Pendekatan Asam-Basa menurut Stewart (Stewart Approach)


Penentuan tingkat keasaman (pH) dalam tubuh manusia ditantukan oleh konsentrasi ion H⁺. Notasi pH diciptakan oleh seorang ahli kimia dari Denmark yaitu Soren Peter Sorensen pada thn 1909, yang berarti log negatif dari konsentrasi ion hidrogen. Dalam bahasa Jerman disebut Wasserstoffionenexponent (eksponen ion hidrogen) dan diberi simbol pH yang berarti: ‘potenz’ (power) of Hydrogen. Rentang konsentrasi normal:

Normal: 7,40 (7,35 – 7,45)

Viable Range: 6,80 – 7,80

Ketidakseimbangan konsentrasi pH dalam tubuh dapat menyebabkan Asidosis dan Alkalosis pada kardiovaskuler, respirasi, metabolik dan otak.
Berikut ini merupakan dampak yang dapat ditimbulkan dari Asidosis:
1.    Kardiovaskuler
–    Gangguan kontraksi jantung
–    Dilatasi Arteri,konstriksi vena, dan sentralisasi volume darah
–    Peningkatan tahanan vaskular paru
–    Penurunan curah jantung, tekanan darah arteri, dan aliran darah hati dan ginjal
–    Sensitif thd reentrant arrhythmia dan penurunan ambang fibrilasi ventrikel
–    Menghambat respon kardiovaskular terhadap katekolamin

2.    Respirasi
–    Hiperventilasi
–    Penurunan kekuatan otot nafas dan menyebabkan kelelahan otot
–    Sesak

3.    Metabolik
–    Peningkatan kebutuhan metabolisme
–    Resistensi insulin
–    Menghambat glikolisis anaerob
–    Penurunan sintesis ATP
–    Hiperkalemia
–    Peningkatan degradasi protein

4.    Otak
–    Penghambatan metabolisme dan regulasi volume sel otak
–    Koma

Berikut ini merupakan dampak yang dapat ditimbulkan dari Alkalosis:
1.    Kardiovaskuler
–    Konstriksi arteri
–    Penurunan aliran darah koroner
–    Penurunan ambang angina
–    Predisposisi terjadinya supraventrikel dan ventrikel aritmia yg refrakter

2.    Respirasi
–    Hipoventilasi yang akan menjadi hiperkarbi dan hipoksemia

3.    Metabolik
–    Stimulasi glikolisis anaerob dan produksi asam organik
–    Hipokalemia
–    Penurunan konsentrasi Ca terionisasi plasma
–    Hipomagnesemia and hipophosphatemia

4.    Otak
–    Penurunan aliran darah otak
–    Tetani, kejang, lemah delirium dan stupor

Penilaian ststus asam-basa dapat dilakukan melalui beberapa cara yaitu:
1.    Cara Tradisional (Hendersen-Hasselbalch)
2.    Cara Stewart

Cara tradisional dilakukan dengan melakukan penghitungan konsentrasi pH:


pH = 6,1 + log  [HCO3⁻]
___________ α pCO2

Keterangan:
[HCO3⁻] dari ginjal (basa), α pCO2 dari paru (asam).
1.    Apabila kadar CO2 meningkat, maka tubuh akan mengkompensasi dengan meningkatkan kadar HCO3 sehingga dicapai pH normal dalam tubuh.
2.    Apabila kadar HCO3 menurun, maka tubuh akan mengkompensasi dengan menurunkan kadar CO2 sehingga dicapai pH normal dalam tubuh.

DISRODER

pH

PRIMER

RESPON KOMPENSASI

ASIDOSIS METABOLIK

Turun

HCO3–  turun

pCO2 turun

ALKALOSIS METABOLIK

Naik

HCO3– naik

pCO2 naik

ASIDOSIS RESPIRATORI

Turun

pCO2 naik

HCO3– naik

ALKALOSIS RESPIRATORI

Naik

pCO2 turun

HCO3– turun

 
Cara Penghitungan Asam-Basa menurut Stewart
pH atau [H⁺] dalam plasma ditentukan oleh dua variable yaitu Variabel Independent dan Variabel Dependent. Variabel Inependent dapat mempengaruhi variabel dependent, sedangkan variabel dependent tidak dapat mempengaruhi varibel independent.
Variable Independent terdiri dari CO2, Strong Ion Difference, dan Weak Acid.
Variable Dependent terdiri dari  H⁺, OH⁻, CO3⁻, A⁻, AH, dan HCO3⁻.

Prinsip Dasar Teori Stewart
1.    Prinsip Umum
•    Hukum kekekalan massa (Law of Mass):
Jumlah dari suatu zat/substansi akan selalu konstan kecuali ditambahkan atau dikurangi dari luar, atau dibuat/dirusak oleh suatu reaksi kimia.
•    Netralitas elektrik (Electroneutrality):
Semua larutan sejati mempunyai muatan listrik yang netral, dimana konsentrasi total kation harus sama dengan konsentrasi anion
Jumlah iones (+) =  Jumlah iones (-)

2.    Konsep Larutan Encer
•    Semua cairan dalam tubuh manusia mengandung air, dan air merupakan sumber [H+] yang tidak habis-habisnya
•    [H+] ditentukan oleh disosiasi air (Kw), dimana molekul H2O akan berdisosiasi menjadi ion-ion H3O+ dan OH-

3.    Elektrolit = Ion-ion
•    Ion-ion kuat: substansi yang terdisosiasi sempurna di dalam larutan.
•    Ion-ion lemah: substansi yang hanya sebagian terdisosiasi dalam suatu larutan.

Klasifikasi Gangguan Keseimbangan Asam-Basa Berdasarkan Prinsip Stewart
Klasifikasi

  ASIDOSIS ALKALOSIS
I.      Respiratori PCO2 naik PCO2 turun
II.    Nonrespiratori (metabolik)    
1. Gangguan pd SID    
a. Kelebihan/ kekurangan air [Na⁺] , SID turun [Na⁺], SID naik
b. Ketidakseimbangan anion kuat    
i. Kelebihan/ kekurangan Cl⁻ [Cl⁻] naik, SID turun [Cl⁻]  turun, SID naik
ii.    Ada anion tak terukur [UA⁻] naik, SID turun  
2. Gangguan pd Asam Lemah    
i. Kadar albumin [Alb] naik [Alb] turun
ii.    Kadar phospate [Pi] naik [Pi] turun

 

Proses Pembentukan Urin


Pembentukan urin terjadi dalam empat pruses, yaitu Penyaringan (Filtrasi), Penyerapan (Absorbsi), Penyerapan Kembali (Reabsorbsi), dan Augmentasi.

1.      Penyaringan ( Filtrasi )

Filtrasi darah terjadi di glomerulus, dimana jaringan kapiler dengan struktur spesifik dibuat untuk menahan komonen selular dan medium-molekular-protein besar kedalam vascular sistem, menekan cairan yang identik dengan plasma di elektrolitnya dan komposisi air. Cairan ini disebut filtrate glomerular. Tumpukan glomerulus tersusun dari jaringan kapiler. Pada mamalia, arteri renal terkirim dari arteriol afferent dan melanjut sebagai arteriol eferen yang meninggalkan glomrerulus. Tumpukan glomerulus dibungkus didalam lapisan sel epithelium yang disebut kapsula bowman. Area antara glomerulus dan kapsula bowman disebut bowman space dan merupakan bagian yang mengumpulkan filtrate glomerular, yang menyalurkan ke segmen pertama dari tubulus proksimal. Struktur kapiler glomerular terdiri atas 3 lapisan yaitu : endothelium capiler, membrane dasar, epiutelium visceral. Endothelium kapiler terdiri satu lapisan sel yang perpanjangan sitoplasmik yang ditembus oleh jendela atau fenestrate (Guyton.1996).

Dinding kapiler glomerular membuat rintangan untuk pergerakan air dan solute menyebrangi kapiler glomerular. Tekanan hidrostatik darah didalam kapiler dan tekanan oncotik dari cairan di dalam bowman space merupakan kekuatn untuk proses filtrasi. Normalnya tekanan oncotik di bowman space tidak ada karena molekul protein yang medium-besar tidak tersaring. Rintangan untuk filtrasi (filtration barrier) bersifat selektiv permeable. Normalnya komponen seluler dan protein plasmatetap didalam darah, sedangkan air dan larutan akan bebas tersaring (Guyton.1996).

Pada umunya molekul dengan raidus 4nm atau lebih tidak tersaring, sebaliknya molekul 2 nm atau kurang akan tersaring tanpa batasan. Bagaimanapun karakteristik juga mempengaruhi kemampuan dari komponen darah untuk menyebrangi filtrasi. Selain itu beban listirk (electric charged) dari sretiap molekul juga mempengaruhi filtrasi. Kation (positive) lebih mudah tersaring dari pada anion. Bahan-bahan kecil yang dapat terlarut dalam plasma, seperti glukosa, asam amino, natrium, kalium, klorida, bikarbonat, garam lain, dan urea melewati saringan dan menjadi bagian dari endapan. Hasil penyaringan di glomerulus berupa filtrat glomerulus (urin primer) yang komposisinya serupa dengan darah tetapi tidak mengandung protein (Guyton.1996).

2. Penyerapan ( Absorbsi)

Tubulus proksimal bertanggung jawab terhadap reabsorbsi bagian terbesar dari filtered solute. Kecepatan dan kemampuan reabsorbsi dan sekresi dari tubulus renal tiak sama. Pada umumnya pada tubulus proksimal bertanggung jawab untuk mereabsorbsi ultrafiltrate lebih luas dari tubulus yang lain. Paling tidak 60% kandungan yang tersaring di reabsorbsi sebelum cairan meninggalkan tubulus proksimal. Tubulus proksimal tersusun dan mempunyai hubungan dengan kapiler peritubular yang memfasilitasi pergherakan dari komponen cairan tubulus melalui 2 jalur : jalur transeluler dan jalur paraseluler. Jalur transeluler, kandungan dibawa oleh sel dari cairn tubulus melewati epical membrane plasma dan dilepaskan ke cairan interstisial dibagian darah dari sel, melewati basolateral membrane plasma (Sherwood, 2001).

Jalur paraseluler, kandungan yang tereabsorbsi melewati jalur paraseluler bergerakdari vcairan tubulus menuju zonula ocludens yang merupakan struktur permeable yang mendempet sel tubulus proksimal satu daln lainnya. Paraselluler transport terjadi dari difusi pasif. Di tubulus proksimal terjadi transport Na melalui Na, K pump. Di kondisi optimal, Na, K, ATPase pump menekan tiga ion Na kedalam cairan interstisial dan mengeluarkan 2 ion K ke sel, sehingga konsentrasi Na di sel berkurang dan konsentrasi K di sel bertambah. Selanjutnya disebelah luar difusi K melalui canal K membuat sel polar. Jadi interior sel bersifat negative . pergerakan Na melewati sel apical difasilitasi spesifik transporters yang berada di membrane. Pergerakan Na melewati transporter ini berpasangan dengan larutan lainnya dalam satu pimpinan sebagai Na (contransport) atau berlawanan pimpinan (countertransport). (Sherwood, 2001).

Substansi diangkut dari tubulus proksimal ke sel melalui mekanisme ini (secondary active transport) termasuk gluukosa, asam amino, fosfat, sulfat, dan organic anion. Pengambilan active substansi ini menambah konsentrasi intraseluler dan membuat substansi melewati membrane plasma basolateral dan kedarah melalui pasif atau difusi terfasilitasi. Reabsorbsi dari bikarbonat oleh tubulus proksimal juga di pengaruhi gradient Na. (Sherwood, 2001)

3. Penyerapan Kembali ( Reabsorbsi )

Volume urin manusia hanya 1% dari filtrat glomerulus. Oleh karena itu, 99% filtrat glomerulus akan direabsorbsi secara aktif pada tubulus kontortus proksimal dan terjadi penambahan zat-zat sisa serta urea pada tubulus kontortus distal. Substansi yang masih berguna seperti glukosa dan asam amino dikembalikan ke darah. Sisa sampah kelebihan garam, dan bahan lain pada filtrate dikeluarkan dalam urin. Tiap hari tabung ginjal mereabsorbsi lebih dari 178 liter air, 1200 g garam, dan 150 g glukosa. Sebagian besar dari zat-zat ini direabsorbsi beberapa kali. (Sherwood.2001)

Setelah terjadi reabsorbsi maka tubulus akan menghasilkan urin sekunder yang komposisinya sangat berbeda dengan urin primer. Pada urin sekunder, zat-zat yang masih diperlukan tidak akan ditemukan lagi. Sebaliknya, konsentrasi zat-zat sisa metabolisme yang bersifat racun bertambah, misalnya ureum dari 0,03′, dalam urin primer dapat mencapai 2% dalam urin sekunder. Meresapnya zat pada tubulus ini melalui dua cara. Gula dan asam mino meresap melalui peristiwa difusi, sedangkan air melalui peristiwa osn osis. Reabsorbsi air terjadi pada tubulus proksimal dan tubulus distal (Sherwood.2001).

4. Augmentasi

Augmentasi adalah proses penambahan zat sisa dan urea yang mulai terjadi di tubulus kontortus distal. Komposisi urin yang dikeluarkan lewat ureter adalah 96% air, 1,5% garam, 2,5% urea, dan sisa substansi lain, misalnya pigmen empedu yang berfungsi memberi warm dan bau pada urin. Zat sisa metabolisme adalah hasil pembongkaran zat makanan yang bermolekul kompleks. Zat sisa ini sudah tidak berguna lagi bagi tubuh. Sisa metabolisme antara lain, CO2, H20, NHS, zat warna empedu, dan asam urat (Cuningham, 2002).

Karbon dioksida dan air merupakan sisa oksidasi atau sisa pembakaran zat makanan yang berasal dari karbohidrat, lemak dan protein. Kedua senyawa tersebut tidak berbahaya bila kadarnya tidak berlebihan. Walaupun CO2 berupa zat sisa namun sebagian masih dapat dipakai sebagai dapar (penjaga kestabilan PH) dalam darah. Demikian juga H2O dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, misalnya sebagai pelarut (Sherwood.2001).

Amonia (NH3), hasil pembongkaran/pemecahan protein, merupakan zat yang beracun bagi sel. Oleh karena itu, zat ini harus dikeluarkan dari tubuh. Namun demikian, jika untuk sementara disimpan dalam tubuh zat tersebut akan dirombak menjadi zat yang kurang beracun, yaitu dalam bentuk urea. Zat warna empedu adalah sisa hasil perombakan sel darah merah yang dilaksanakan oleh hati dan disimpan pada kantong empedu. Zat inilah yang akan dioksidasi jadi urobilinogen yang berguna memberi warna pada tinja dan urin. Asam urat merupakan sisa metabolisme yang mengandung nitrogen (sama dengan amonia) dan mempunyai daya racun lebih rendah dibandingkan amonia, karena daya larutnya di dalam air rendah (Sherwood.2001).

 

Secara sederhana:

Sel darah, air, garam, nutrisi, dan urea yang terdapat pada arteri akan masuk ke ginjal pada glomerulus dan terjadi penyaringan: sel darah akan tetap berada  pada kepiler darah, sedangkan urea, air, garam, dan nutrisi masuk ke dalam kapsula bowman. hasil penyaringan ini akan disebut urin primer. Kapsula bowman akan mengalirkan hasil penyaringan ke Tubulus proksimal untuk menyerap kembali bahan-bahan yang masih dibutuhkan tubuh. Pada tubulus proksimal air, garam dan nutrisi akan diserap kembali ke dalam tubuh dan diangkut melalui vena. Setelah melewati tubulus proksimal, proses berlanjut ke tubulus distal untuk penambahan zat-zat sisa yang tidak dibutuhkan tubuh seperti sisa hasil metabolisme. Setelah itu akan disalurkan ke Duktus pengumpul kemudian ke ureter dan dibuang keluar dari tubuh.

Star-Child


By: Shirley Erena Murray

Music: Carlton R. Young

1994 Hope Publishing Co.

 

Star-Child, earth-Child, go-between of God,
love Child, Christ Child, heaven’s lightning rod:

This year, this year let the day arrive
when Christmas comes for everyone, everyone alive!

 

Street child, beat child, no place left to go,
hurt child, used child no one wants to know:

This year, this year let the day arrive
when Christmas comes for everyone, everyone alive!

 

Grown child, old child, memory full of years,
sad child, lost child, story told in tears:

This year, this year let the day arrive
when Christmas comes for everyone, everyone alive!

 

Spared child, spoiled child, having, wanting more,
wise child, faith child, knowing joy in store:

This year, this year let the day arrive
when Christmas comes for everyone, everyone alive!

 

Hope-for peace Child, God’s stupendous sign,
down-to-earth Child, Star of stars that shine:

This year, this year let the day arrive
when Christmas comes for everyone, everyone alive!

 

 

Saya pertama kali mendengar lagu ini di gereja pada Perayaan Natal dibawakan oleh PS. Hosiana dan Cantavere Voice. Lagu ini memberitahu bahwa apapun keadaan yang dialami, Dia datang membawa pengharapan untuk Anda dan Saya..

Merry Christmas, everyone!

GOD loves you..

^.^ v

Mars Hidup Sehat


Tiada yang lebih berharga dari nikmat hidup sehat

Sehat jiwani sehat jasmani kunci hidup bahagia

Meski kaya terhormat mulia tapi pasti menderita

Jika penyakit musuh utama selalu menggoda

Bina hidup sehat diri dan keluarga

Bina lingkungan sehat masyarakat sentosa

Hidup sehat modal utama

Bagi pembangunan semesta

sehat sejahtera makmur merata

Berdasarkan pancasila

 

Demikianlah lirik lagu Mars Hidup Sehat ciptaan Sartono…

Partitur lagunya bisa didownload di bawah ini…..

Mars Hidup Sehat

Selamat Belajar…

^_^ v

IZIN DAN PENYELENGGARAAN PRAKTIK PERAWAT


Menteri Kesehatan RI membuat peraturan mengenai Izin dan Penyelenggaraan Praktik Perawat yang diatur dalam nomor HK.02.02/MENKES/148/I/2010. Isi peraturan tersebut dapat di download di bawah ini.

 

permenkes no. 148

 

 

 

 

FUNGSI SOSIALISASI KELUARGA


I.          Definisi

Sosialisasi dimulai pada saat kelahiran dan usai ketika meninggal. Sosialisasi mencakup semua proses dalam sebuah komunitas tertentu atau kelompok dimana manusia meningkatkan pengalaman hidup mereka, memperoleh karakteristik motif sosial (Honingman, 1967).

Sosialiasi diarahkan pada pengajaran anak-anak menganai bagaimana caranya berperilaku dan mengasumsikan peran di masyarakat. Anak diajari bahasa, peran atau diharapkan untuk mengasumsikan pada berbagai langkah hidup, norma sosial dan kultural dan harapan dari apa benar dan keliru, dan struktur teori yang relevan.

II.       Aspek Sosialisasi Keluarga

Budaya Internal atau nilai-nilai dan kepribadian  meliputi konsep kesehatan, sikap, dan kepribadian. Ketiga aspek tersebut umumnya ditangani oleh Ibu.

III.    Masalah yang Mungkin Ditemukan

Dari sebagian besar penelitian dan literature mengenai pola perkembangan anak dari orang tua lengkap, single-parent, dan keluarga orang tua tiri didapatkan hasil : single-parent dan orang tua tiri merupakan dua keluarga dengan pola sosialisasi yang unik, dan tentunya akan berdampak pada anak. Allen (1997) mengemukakan bahwa orang tua lesbian dan Gay memiliki konsep bahwa “keluarga terdiri dari berbagai macam seperti anak kandung, anak adopsi, dan anak yang dipilih dari keluarga terdekat.

1.      Keluarga Single-Parent

Single-parent umumnya terbentuk karena perceraian atau meninggalnya salah satu dari orang tua tersebut. Membesarkan anak bagi single-parents merupakan hal yang sulit, khususnya jika tidak ada orang dewasa lain yang mengarahkan orang tua. Single-parents membutuhkan Perjuangan untuk melengkapi kebutuhan finansial dan dukungan emosional untuk anak-anak mereka. Kemiskinan dan tidak adanya lapangan pekerjaan tetap yang biasanya dihadapi ibu semakin memberatkan untuk membesarkan anak.

Masalah yang dihadapi anak dengan orang tua tunggal biasanya mengalami ketidaksuksesan dalam sekolah, rendahnya penghargaan, dan penurunan harga diri bila dibandingkan dengan anak yang dibesarkan dengan orang tua lengkap.

2.      Keluarga Step-parent

Dalam keluarga dengan orang tua tiri, aturan yang ditetapkan ayah tiri membingungkan dan menghasilkan ketidakseimbangan keluarga yang berdampak pada kesulitan dalam membesarkan anak. Setiap orang tua membentuk latar belakang keluarga ketika menjelaskan kepada anak menganai kepercayaan, perilaku, dan disiplin. Ketika orang dewasa memasuki keluraga baru, ayah tiri akan menjadi suami namun tidak sepenuhnya menjadi orang tua dan menyetujui tentang aturan yang diberlakukan. Lebih lanjut, anak yang tumbuh dengan kepribadian mereka dan memiliki harapan mengenai apa yang diterima atau tidak diterima bagi mereka sendiri dan pajanan orang tua kandung mereka.

3.      Keluarga Gay/ Lesbian (LGBT)

Orang dewasa lesbian, gay, biseksual, dan transgender merupakan anggota dari banyak keluarga, sering mengasuh anak dengan berbagai situasi. Semisal, Saving Williams dan Esterberg (2000) mengklasifikasikan keluarga gay lesbian:

a.       Keluarga dengan orang tua heteroseksual namun anaknya lesbian, gay, atau biseksual.

b.      Anak dari orang tua lesbian atau gay.

c.       Orang dewasa lesbian dan gay yang mengasuh anak bersama.

Anak dengan orangtua lesbian dan gay membangun psikologi, intelektual, kepribadian, dan emosi dalam arahan yang positif dan orientasi seksual dari orang tua tidak berakibat atau bukan merupakan prediksi dari pembangunan karakter anak.

IV.    Manfaat Data bagi Perawat

1.      Data yang dikaji sehubungan dengan fungsi sosialisasi keluarga

a.       Jenis pemeliharaan yang dilakukan keluarga kepada anak (kontrol kepribadian, disiplin, penghargaan, dan hukuman; ketergantungan dan otonomi; pemberian dan penerimaan cinta; latihan pengembangan kepribadian)

b.      Bentuk adaptasi keluarga ketika membesarkan anak dalam berbagai situasi

c.       Siapa yang bertanggung jawab terhadap perawatan anak mengenai peran dan fungsi sosialisasi, dan manajemen yang diambil.

d.      Bagaimana mempengaruhi atau mengajak dalam keluarga

e.       Budaya yang berpengaruh dalam keluarga dalam hubungannya dengan pola pengasuhan anak.

f.       Apakah kelas sosial dan pengaruhnya pada  perkembangan anak

g.      Apakah keluarga memiliki risiko tinggi dalam masalah membesarkan anak dan faktor resiko dalam keluarga

h.      Apakah lingkungan rumah nyaman bagi anak untuk bermain.

2.      Manfaat data bagi perawat keluarga

a.       Mengidentifikasi masalah potensial atau aktual

Mengobservasi kekuatan keluarga dan masalah yang dihadapi sehubungan fungsi sosialisasi keluarga biasanya terjadi pada perawat keluarga yang bekerja di sekolah, bagian anak, kesehatan komunitas, keperawatan keluarga, dan kesehatan mental. Kekuatan keluarga mungkin tertutup oleh diagnosa keluarga potensial.

b.      Merencanakan intervensi yang sesuai dengan masalah keperawatan

Intervensi terkait pola fungsi sosialisasi keluarga yng sesuai untuk promosi kesaehatan, dan upaya pencegahan, tipe diagnosa pengembalian kesehatan. Contoh seperti intervensi sesuai yang melingkupi pengajaran, dan pengarahan serta pemberian intervensi lebih awal dan untuk program orang tua.

DAFTAR PUSTAKA

Friedman, Marilyn, Vicky R. Bowden, Elaine G. Jones. 2003. Family Nursing: Research, Theory, & Practice, fifth edition. New Jersey: Pearson Education

lihat juga http://sosbud.kompasiana.com/2010/11/24/fungsi-sosialisasi-keluarga/

Anatomi Penglihatan


Struktur dan fungsi mata sangat rumit dan mengagumkan. Secara konstan mata menyesuaikan jumlah cahaya yang masuk, memusatkan perhatian pada objek yang dekat dan jauh serta menghasilkan gambaran yang kontinu yang dengan segera dihantarkan ke otak.

No. Nama Fungsi
1. 

 

Sklera (bagian putih mata) 

 

merupakan lapisan luar mata yang berwarna putih dan relatif kuat, terdiri dari lapisan fibrosa yang membubgkus 5/6 bagian belakang bola mata.
2. Konjungtiva selaput tipis yang melapisi bagian dalam kelopak mata dan bagian luar sklera.
3. 

 

Kornea 

 

struktur transparan yang menyerupai kubah, merupakan pembungkus dari iris, pupil dan bilik anterior serta membantu memfokuskan cahaya.
4. 

 

Pupil 

 

Daerah hitam di tengah-tengah iris. ukuran pupil bervariasi dalam merespon intensitas cahaya dan memfokuskan objek ( akomodasi ) untuk memperjelas penglihatan, pupil mengecil jika cahaya terang atau untuk penglihatan dekat
5. 

 

Iris 

 

Jaringan berwarna yang berbentuk cincin, menggantung di belakang kornea dan di depan lensa; berfungsi mengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata dengan cara merubah ukuran pupil.
6. Lensa struktur cembung ganda yang tergantung diantara humor aqueus dan vitreus; berfungsi membantu memfokuskan cahaya ke retina
7. 

 

Retina 

 

lapisan jaringan peka cahaya yang terletak di bagian belakang bola mata; berfungsi mengirimkan pesan visuil melalui saraf optikus ke otak.
8. Saraf optikus kumpulan jutaan serat saraf yang membawa pesan visuil dari retina ke otak.
9. 

 

Humor aqueus 

 

cairan jernih dan encer yang mengalir diantara lensa dan kornea (mengisi segmen anterior mata), serta merupakan sumber makanan bagi lensa dan kornea; dihasilkan oleh prosesus siliaris.
10 Humor vitreus gel transparan yang terdapat di belakang lensa dan di depan retina (mengisi segmen posterior mata).

Previous Older Entries Next Newer Entries