Iake Maleko Toyang Mambela (SATB)


Haloooo….. halo……… haloooooooooo……….  \(*o*)/

Teman-teman, ini saya postingkan lagi satu partitur lagu daerah dari suku Toraja, Sulawesi Selatan. Liriknya sebagai berikut:

1) Iake maleko toyang mambela Yesu’ tu tontong rondongko

Nangnaan tako, napa nundu’ ko, narapa lalan katuoam mu

Moi napi’ tuktu peleseanmu marunde depe naam mu

Tangla boyo’ ko, tangla pusako, ke Yesu’ tontong urondongko

2) Iake ko pako kemataka’ ko Yesu’ tu tontong rondongko

Napakananna, napakatana, mura’pa lan mintu’ tengkomu

Moi mambela tu tondok mu patu, moi masusako larampo

Nakampaiko, natammuiko, musende dio tolapekna

 

Ada yang ingin belajar???? Silahkan klik link di bawah ini….

Partitur Iake Maleko Toyang Mambela

 

 

Selamat Belajar…

^_^ v

Iklan

Tom Clancy: EXECUTIVE ORDERS (Perintah Eksekutif)


Pengarang: Tom Clancy

Ukuran    : 15 x 23 cm

Tebal        : 1144 halaman

Penerbit   : PT Gramedia Pustaka Utama

 

Secara umum buku dengan sampul bendera strips and stars ini berlatar belakang pemerintahan Amerika Serikat dengan power yang dimiliki negara tersebut. Kisah yang ditawarkan berawal dari kelumpuhan pemerintahan, karena tindakan kamikaze dengan menggunakan pesawat oleh salah satu warga Jepang di Capitol Building. Hal ini mengakibatkan Presiden, sebagian besar anggota kongres dan kabinet tewas. Wakil presiden yang baru saja dilantik dan diambil sumpahnya, sekarang menjadi Presiden Amerika Serikat. Dia adalah John Patrick Ryan.

John Patrick Ryan merupakan tokoh rekaan Tom Clancy. Ryan, mengawali kinerjanya sebagai Presiden dengan memulihkan bagian-bagian yang ‘kosong’ dalam pemerintahannya dan pengusutan terhadap tindakan di Capitol Building. Tindakan ini mengaktifkan badan-badan intelejen negara dan kesatuan keamanan negara.

Lebih lanjut, Amerika Serikat dikejutkan dengan munculnya secara tiba-tiba penyakit Ebola Zaire di dua puluh negara bagian yang memakan banyak korban. Khawatir terhadap semakin meningkatnya jumlah korban, dengan mempertimbangkan saran dari pakar kesehatan yang ada (Cathy, istri Ryan, adalah dokter ahli bedah mata, salah satu yang terbaik di bidangnya. Bekerja di John Hopkins Hospital) sehingga dikeluarkanlah perintah eksekutif kepada seluruh penduduk AS, sekalipun melanggar konstitusi. Ternyata ada dalang dari munculnya Ebola di AS sebagai tindakan Perang Biologis. Dan perang pun tak terelakkan.

Buku ini menarik untuk dibaca. Penyajian pengarang dalam kata-kata yang terasa alami sehingga membuat pembaca bisa membayangkan kondisi-kodisi fisik yang terjadi, pemikiran-pemikiran dan sudut pandang yang berbeda hingga pemecahan kasus. Akan sering dijumpai nilai-nilai humanisme, agamis dan kepentingan politik. Bagian yang paling menarik perhatian saya adalah pengungkapan pengarang terhadap masalah kesehatan dan sejumlah penelitian terhadap beberapa penyakit berpotensi, seperti leukimia, limfoma, AIDS, dan Ebola.

Eat, Pray, Love-Makan, Doa, Cinta


Judul Buku: Eat, Pray, Love

Penulis: Elizabeth Gilbert

Penerbit : Abdi Tandur

Saya baru saja menyelesaikan membaca buku ini. Buku ini mengisahkan pengalaman perjalanan dari penulis sendiri yang berasal dari New York dengan latar belakang penulis buku dan majalah. Buku ini dibagi menjadi tiga bagian, masing-masing berdasarkan negara yang dikunjungi, Liz-panggilan akrab Elizabeth dalam buku ini, mengadakan pejalanan ke tiga negara yaitu Italia, India, dan Indonesia. Dalam buku ini mengungkapkan sejarah singkat dari terbentuknya negara tersebut dan budaya-budaya yang dianut masyarakat setempat.

Italia. Berawal dari keinginan untuk belajar bahasa ini sampai menemukan tempat-tempat makan yang enak di sekitar kota Itali (EAT). Digambarkan juga keindahan kota Itali dengan patung-patung dan air mancur yang ada di sana. Pada bagian ini, terus terang saya kurang mengerti karena beberapa bagian cerita terkesan “meloncat-loncat” sehingga membuat bingung, namun terdapat segi kocak dalam percakapannya-khususnya dengan Luca saat mereka makan ‘usus’ (Hei, tidak cuma di Itali, di Indonesia pun banyak yang seperti itu!).

India. Ketenangan, kedamaian, dan spiritualitas mungkin ini yang menjadi inti dari perjalanan ke negara ini. Pelepasan beban pikiran, perasaan, goncangan, ketakutan dan bayang-bayang masa lalu. Di sini penulis belajar dari seorang guru mengenai pengenalan akan Tuhan-spiritualitas (PRAY) melalui Yoga. Ada yang menarik perhatian saya dalam seri ini:

‘Ego tidak melayanimu. Tugas ego bukan untuk malayanimu. Tugasnya hanyalah tetap memiliki kekuasaan. Dan sekarang ini, egomu sangat ketakutan karena kekuasaannya akan diperkecil. Teruskan dengan jalan spirituil ini sayang, dan hari-hari dari anak nakal itu (ego) hanya tinggal menunggu hitungan waktu. Tidak lama lagi egomu tidak akan bekerja lagi, dan hatimu akan mulai membuat keputusan. Jadi egomu berjuang untuk hidupnya, bermain dengan jiwamu, mencoba untuk menegaskan kekuasaannya, mencoba untuk mengatur hidupmu dan menjauhkan kamu dari yang lain. Jangan dengarkan egomu.’

Seperti hal ini kau tidak bisa menyuruh diam hatimu, tapi bisa menenangkannya. Caranya? Cinta dari Tuhan.

Indonesia. Bukan Indonesia secara keseluruhan, tapi salah satu Pulaunya. Bali. Em, mungkin juga Pulau Gili Meno (di ujung Pantai Lombok) bisa di masukkan di sini. Pada bagian ini pengarang ingin memberi tahu mengenai keseimbangan. Menyeimbangkan apa yang telah di dapatkan di Itali dan India, keduanya bertolak belakang seperti dunia dan surga-kalau bisa dikatakan seperti itu. Akhirnya di Bali penulis menemukan cintanya (LOVE).

Buku ini telah dibuat menjadi suatu film dengan judul yang sama Eat Pray Love dibintangi oleh Julia Roberts.

Kesimpulan dari saya adalah menemukan makna dari keseimbangan hidup bisa kita capai karena hidup itu anugrah dan dijalankan dengan sebaik yang kita bisa lakukan. Kita hanya perlu untuk bertahan dan mencari jalan keluar. Bila tidak bisa seorang diri, carilah bantuan, dari orang yang tepat.

Mekanika Tubuh (Body Mechanics)


a)      Body Mechanic (mekanika tubuh) adalah suatu usaha mengoordinasikan sistem muskuloskeletal dan sistem saraf dalam mempertahankan keseimbangan, postur dan kesejajaran tubuh selama mengangkat, membungkuk, bergerak dan melakukan aktivitas. Penggunaan mekanika tubuh yang tepat dapat mengurangi risiko cedera sistem muskuloskeletal. Mekanika tepat juga memfasilitasi pergerakan tubuh yang memungkinkan mobilisasi fisik tanpa terjadi ketegangan otot dan penggunaan energi otot yang berlebihan.

Hal – hal tersebut mencakup:

1.      Kesejajaran tubuh (Body Alignment)

Kesejajaran tubuh dan pustur merupakan istilah yang sama dan mengacu pada posisi sendi, tendon, ligamen dan otot selama berdiri, duduk dan berbaring. Kesejajaran tubuh yang benar mengurangi ketegangan pada struktur muskuloskeletal, mempertahankan tonus (ketegangan) otot secara kuat dan menunjang keseimbangan.

2.      Keseimbangan tubuh

Kesejajaran tubuh menunjang keseimbangan tubuh. Tanpa keseimbangan ini, gravitasi akan berubah, meningkatkan gaya gravitasi, sehingga menyebabkan risiko jatuh dan cedera. Keseimbangan tubuh diperoleh jika dasar penopang luas, pusat gravitasi berada pada dasar penopang, dan garis vertikal dapat ditarik dari pusat gravitasi ke dasar penopang. Keseimbangan tubuh dapat juga ditingkatkan dengan postur dan merendahkan pusat gravitasi, yang dicapai dengan posisi jongkok. Semakin sejajar postur tubuh, semakin besar keseimbangannya (Perry dan Potter, 1994). Keseimbangan dibutuhkan untuk mempertahankan posisi, memperoleh kestabilan selama bergerak dari satu posisi ke posisi lain, melakukan aktivitas sehari-hari, dan bergerak bebas di komunitas.

Kemampuan untuk mencapai keseimbangan dipengaruhi oleh penyakit, gaya berjalan yang tidak stabil pada toddler, kehamilan, medikasi dan proses menua. Gangguan pada kemampuan ini merupakan ancaman untuk keselamatan fisik dan dapat menyebabkan ketakutan terhadap keselamatan seseorang dengan membatasi diri dalam beraktivitas (Bergetal, 1992)

3.      Koordinasi Gerakan

Berat adalah gaya tubuh yang digunakan terhadap gravitasi. Ketika suatu obyek diangkat, pengangkat harus menguasai berat obyek dan mengetahui pusat gravitasinya. Karena manusia tidak mempunyai bentuk geometris yang sempurna, maka pusat gravitasinya biasanya berada pada 55% sampai 57% tinggi badannya ketika berdiri dan berada ditengah.

Friksi adalah gaya yang muncul dengan arah gerakan yang berlawanan dengan arah gerakan benda. Misalnya menggerakkan klien diatas tempat tidur maka akan terjadi friksi. Perawat dapat mengurangi friksi dengan mengikuti beberapa prinsip dasar. Semakin besar area permukaan suatu obyek yang bergerak, semakin besar friksi.

Klein pasif atau immobilisasi akan menghasilkan friksi yang lebih besar untuk bergerak. Friksi dapat juga dikurangi dengan mengangkat, bukan mendorong klien. Mengangkat merupakan komponen gerakan keatas dan mengurangi tekanan antara klien dan tempat tidur atau kursi.

b)      Prinsip Body Mechanic

Mekanika tubuh penting bagi perawat dan klien. Hal ini mempengaruhi tingkat kesehatan mereka. Mekanika tubuh yang benar diperlukan untuk mendukung tingkat kesehatan dan mencegah kecacatan serta untuk menjaga keselamatan klien. Disamping itu, mekanika tubuh juga bertujuan untuk, menghibur pasien yaitu dengan meningkatkan kenyamanan dan kerjasama. Dalam hal ini, perawat menggunakan berbagai kelompok otot untuk setiap aktivitas keperawatan, seperti berjalan selama ronde keperawatan, memberikan obat, mengangkat dan memindahkan klien dan menggerakkan objek. Gaya fisik dari berat dan friksi dapat mempengaruhi pergerakan tubuh. Jika digunakan dengan benar, kekuatan ini dapat meningkatkan efisiensi perawat. Penggunaan yang tidak benar dapat mengganggu kemampuan perawat untuk mengangkat, memindahkan, dan mengubah posisi klien (Owen dan Garg, 1991) Perawat juga menggabungkan pengetahuan tentang pengaruh fisiologis dan patologis pada mobilisasi dan kesejajaran tubuh.

 

Organ yang Terkait dengan Body Mechanics dan Body Alignment

1.      Mekanika tubuh adalah usaha untuk mengkoordinasi sistem muskuloskeletal dan saraf sehingga individu bergerak, mengangkat, membungkuk, berdiri, duduk, berbaring, dan melakukan aktivitas sehari-hari dengan sempurna.

2.      Koordinasi gerakan tubuh membutuhkan integrasi fungsi sistem skeletal, otot skelet, dan sistem saraf.

a.       Skelet

Mendukung struktur penyokong tulang untuk bergerak, menghubungkan ligament dan otot, melindungi organ penting, mengatur produk kalsium dan sel darah merah.

b.      Sistem saraf

Mendukung gerakan awal dan control gerakan volunter

 

3.      Organ yang terkait

Otak yang bekerja sama dengan telinga. Didalam telinga terdapat koklea yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan tubuh.

Keseimbangan:

Pada telinga, nervus yang terbesar dalam kanalis semisirkularis menghantarkan impuls-impuls menuju otak. Impuls-impuls ini dibangkitkan dalam kanal-kanal, karena adanya perubahan kedudukan cairan dalam kanal atau saluran-saluran itu. Hal ini mempunyai hubungan erat dengan kesadaran kedudukan kepala terhadap badan. Apabila seseorang didorong ke salah satu sisi maka kepalanya cenderung miring ke arah lain (berlawanan dengan arah badan yang didorong) guna mempertahankan keseimbangan, berat badan diatur, posisi badan dipertahankan sehingga jatuhnya badan dapat dipertahankan.

Perubahan kedudukan cairan dalam saluran semisirkuler inilah yang merangsang impuls. Respons badan berupa gerak refleks, guna memindahkan berat badan serta mempertahankan keseimbangan. Untuk mempertahankan posisi tertentu, gaya grafitasi harus dilawan melalui mekanisme sensori organ proprioseptif. Aparatus vestibuli mendeteksi perubahan sinyal untuk mengaktifkan respons motor adaptif dalam mempertahankan keseimbangan.

Pendekatan Asam-Basa menurut Stewart (Stewart Approach)


Penentuan tingkat keasaman (pH) dalam tubuh manusia ditantukan oleh konsentrasi ion H⁺. Notasi pH diciptakan oleh seorang ahli kimia dari Denmark yaitu Soren Peter Sorensen pada thn 1909, yang berarti log negatif dari konsentrasi ion hidrogen. Dalam bahasa Jerman disebut Wasserstoffionenexponent (eksponen ion hidrogen) dan diberi simbol pH yang berarti: ‘potenz’ (power) of Hydrogen. Rentang konsentrasi normal:

Normal: 7,40 (7,35 – 7,45)

Viable Range: 6,80 – 7,80

Ketidakseimbangan konsentrasi pH dalam tubuh dapat menyebabkan Asidosis dan Alkalosis pada kardiovaskuler, respirasi, metabolik dan otak.
Berikut ini merupakan dampak yang dapat ditimbulkan dari Asidosis:
1.    Kardiovaskuler
–    Gangguan kontraksi jantung
–    Dilatasi Arteri,konstriksi vena, dan sentralisasi volume darah
–    Peningkatan tahanan vaskular paru
–    Penurunan curah jantung, tekanan darah arteri, dan aliran darah hati dan ginjal
–    Sensitif thd reentrant arrhythmia dan penurunan ambang fibrilasi ventrikel
–    Menghambat respon kardiovaskular terhadap katekolamin

2.    Respirasi
–    Hiperventilasi
–    Penurunan kekuatan otot nafas dan menyebabkan kelelahan otot
–    Sesak

3.    Metabolik
–    Peningkatan kebutuhan metabolisme
–    Resistensi insulin
–    Menghambat glikolisis anaerob
–    Penurunan sintesis ATP
–    Hiperkalemia
–    Peningkatan degradasi protein

4.    Otak
–    Penghambatan metabolisme dan regulasi volume sel otak
–    Koma

Berikut ini merupakan dampak yang dapat ditimbulkan dari Alkalosis:
1.    Kardiovaskuler
–    Konstriksi arteri
–    Penurunan aliran darah koroner
–    Penurunan ambang angina
–    Predisposisi terjadinya supraventrikel dan ventrikel aritmia yg refrakter

2.    Respirasi
–    Hipoventilasi yang akan menjadi hiperkarbi dan hipoksemia

3.    Metabolik
–    Stimulasi glikolisis anaerob dan produksi asam organik
–    Hipokalemia
–    Penurunan konsentrasi Ca terionisasi plasma
–    Hipomagnesemia and hipophosphatemia

4.    Otak
–    Penurunan aliran darah otak
–    Tetani, kejang, lemah delirium dan stupor

Penilaian ststus asam-basa dapat dilakukan melalui beberapa cara yaitu:
1.    Cara Tradisional (Hendersen-Hasselbalch)
2.    Cara Stewart

Cara tradisional dilakukan dengan melakukan penghitungan konsentrasi pH:


pH = 6,1 + log  [HCO3⁻]
___________ α pCO2

Keterangan:
[HCO3⁻] dari ginjal (basa), α pCO2 dari paru (asam).
1.    Apabila kadar CO2 meningkat, maka tubuh akan mengkompensasi dengan meningkatkan kadar HCO3 sehingga dicapai pH normal dalam tubuh.
2.    Apabila kadar HCO3 menurun, maka tubuh akan mengkompensasi dengan menurunkan kadar CO2 sehingga dicapai pH normal dalam tubuh.

DISRODER

pH

PRIMER

RESPON KOMPENSASI

ASIDOSIS METABOLIK

Turun

HCO3–  turun

pCO2 turun

ALKALOSIS METABOLIK

Naik

HCO3– naik

pCO2 naik

ASIDOSIS RESPIRATORI

Turun

pCO2 naik

HCO3– naik

ALKALOSIS RESPIRATORI

Naik

pCO2 turun

HCO3– turun

 
Cara Penghitungan Asam-Basa menurut Stewart
pH atau [H⁺] dalam plasma ditentukan oleh dua variable yaitu Variabel Independent dan Variabel Dependent. Variabel Inependent dapat mempengaruhi variabel dependent, sedangkan variabel dependent tidak dapat mempengaruhi varibel independent.
Variable Independent terdiri dari CO2, Strong Ion Difference, dan Weak Acid.
Variable Dependent terdiri dari  H⁺, OH⁻, CO3⁻, A⁻, AH, dan HCO3⁻.

Prinsip Dasar Teori Stewart
1.    Prinsip Umum
•    Hukum kekekalan massa (Law of Mass):
Jumlah dari suatu zat/substansi akan selalu konstan kecuali ditambahkan atau dikurangi dari luar, atau dibuat/dirusak oleh suatu reaksi kimia.
•    Netralitas elektrik (Electroneutrality):
Semua larutan sejati mempunyai muatan listrik yang netral, dimana konsentrasi total kation harus sama dengan konsentrasi anion
Jumlah iones (+) =  Jumlah iones (-)

2.    Konsep Larutan Encer
•    Semua cairan dalam tubuh manusia mengandung air, dan air merupakan sumber [H+] yang tidak habis-habisnya
•    [H+] ditentukan oleh disosiasi air (Kw), dimana molekul H2O akan berdisosiasi menjadi ion-ion H3O+ dan OH-

3.    Elektrolit = Ion-ion
•    Ion-ion kuat: substansi yang terdisosiasi sempurna di dalam larutan.
•    Ion-ion lemah: substansi yang hanya sebagian terdisosiasi dalam suatu larutan.

Klasifikasi Gangguan Keseimbangan Asam-Basa Berdasarkan Prinsip Stewart
Klasifikasi

  ASIDOSIS ALKALOSIS
I.      Respiratori PCO2 naik PCO2 turun
II.    Nonrespiratori (metabolik)    
1. Gangguan pd SID    
a. Kelebihan/ kekurangan air [Na⁺] , SID turun [Na⁺], SID naik
b. Ketidakseimbangan anion kuat    
i. Kelebihan/ kekurangan Cl⁻ [Cl⁻] naik, SID turun [Cl⁻]  turun, SID naik
ii.    Ada anion tak terukur [UA⁻] naik, SID turun  
2. Gangguan pd Asam Lemah    
i. Kadar albumin [Alb] naik [Alb] turun
ii.    Kadar phospate [Pi] naik [Pi] turun

 

Proses Pembentukan Urin


Pembentukan urin terjadi dalam empat pruses, yaitu Penyaringan (Filtrasi), Penyerapan (Absorbsi), Penyerapan Kembali (Reabsorbsi), dan Augmentasi.

1.      Penyaringan ( Filtrasi )

Filtrasi darah terjadi di glomerulus, dimana jaringan kapiler dengan struktur spesifik dibuat untuk menahan komonen selular dan medium-molekular-protein besar kedalam vascular sistem, menekan cairan yang identik dengan plasma di elektrolitnya dan komposisi air. Cairan ini disebut filtrate glomerular. Tumpukan glomerulus tersusun dari jaringan kapiler. Pada mamalia, arteri renal terkirim dari arteriol afferent dan melanjut sebagai arteriol eferen yang meninggalkan glomrerulus. Tumpukan glomerulus dibungkus didalam lapisan sel epithelium yang disebut kapsula bowman. Area antara glomerulus dan kapsula bowman disebut bowman space dan merupakan bagian yang mengumpulkan filtrate glomerular, yang menyalurkan ke segmen pertama dari tubulus proksimal. Struktur kapiler glomerular terdiri atas 3 lapisan yaitu : endothelium capiler, membrane dasar, epiutelium visceral. Endothelium kapiler terdiri satu lapisan sel yang perpanjangan sitoplasmik yang ditembus oleh jendela atau fenestrate (Guyton.1996).

Dinding kapiler glomerular membuat rintangan untuk pergerakan air dan solute menyebrangi kapiler glomerular. Tekanan hidrostatik darah didalam kapiler dan tekanan oncotik dari cairan di dalam bowman space merupakan kekuatn untuk proses filtrasi. Normalnya tekanan oncotik di bowman space tidak ada karena molekul protein yang medium-besar tidak tersaring. Rintangan untuk filtrasi (filtration barrier) bersifat selektiv permeable. Normalnya komponen seluler dan protein plasmatetap didalam darah, sedangkan air dan larutan akan bebas tersaring (Guyton.1996).

Pada umunya molekul dengan raidus 4nm atau lebih tidak tersaring, sebaliknya molekul 2 nm atau kurang akan tersaring tanpa batasan. Bagaimanapun karakteristik juga mempengaruhi kemampuan dari komponen darah untuk menyebrangi filtrasi. Selain itu beban listirk (electric charged) dari sretiap molekul juga mempengaruhi filtrasi. Kation (positive) lebih mudah tersaring dari pada anion. Bahan-bahan kecil yang dapat terlarut dalam plasma, seperti glukosa, asam amino, natrium, kalium, klorida, bikarbonat, garam lain, dan urea melewati saringan dan menjadi bagian dari endapan. Hasil penyaringan di glomerulus berupa filtrat glomerulus (urin primer) yang komposisinya serupa dengan darah tetapi tidak mengandung protein (Guyton.1996).

2. Penyerapan ( Absorbsi)

Tubulus proksimal bertanggung jawab terhadap reabsorbsi bagian terbesar dari filtered solute. Kecepatan dan kemampuan reabsorbsi dan sekresi dari tubulus renal tiak sama. Pada umumnya pada tubulus proksimal bertanggung jawab untuk mereabsorbsi ultrafiltrate lebih luas dari tubulus yang lain. Paling tidak 60% kandungan yang tersaring di reabsorbsi sebelum cairan meninggalkan tubulus proksimal. Tubulus proksimal tersusun dan mempunyai hubungan dengan kapiler peritubular yang memfasilitasi pergherakan dari komponen cairan tubulus melalui 2 jalur : jalur transeluler dan jalur paraseluler. Jalur transeluler, kandungan dibawa oleh sel dari cairn tubulus melewati epical membrane plasma dan dilepaskan ke cairan interstisial dibagian darah dari sel, melewati basolateral membrane plasma (Sherwood, 2001).

Jalur paraseluler, kandungan yang tereabsorbsi melewati jalur paraseluler bergerakdari vcairan tubulus menuju zonula ocludens yang merupakan struktur permeable yang mendempet sel tubulus proksimal satu daln lainnya. Paraselluler transport terjadi dari difusi pasif. Di tubulus proksimal terjadi transport Na melalui Na, K pump. Di kondisi optimal, Na, K, ATPase pump menekan tiga ion Na kedalam cairan interstisial dan mengeluarkan 2 ion K ke sel, sehingga konsentrasi Na di sel berkurang dan konsentrasi K di sel bertambah. Selanjutnya disebelah luar difusi K melalui canal K membuat sel polar. Jadi interior sel bersifat negative . pergerakan Na melewati sel apical difasilitasi spesifik transporters yang berada di membrane. Pergerakan Na melewati transporter ini berpasangan dengan larutan lainnya dalam satu pimpinan sebagai Na (contransport) atau berlawanan pimpinan (countertransport). (Sherwood, 2001).

Substansi diangkut dari tubulus proksimal ke sel melalui mekanisme ini (secondary active transport) termasuk gluukosa, asam amino, fosfat, sulfat, dan organic anion. Pengambilan active substansi ini menambah konsentrasi intraseluler dan membuat substansi melewati membrane plasma basolateral dan kedarah melalui pasif atau difusi terfasilitasi. Reabsorbsi dari bikarbonat oleh tubulus proksimal juga di pengaruhi gradient Na. (Sherwood, 2001)

3. Penyerapan Kembali ( Reabsorbsi )

Volume urin manusia hanya 1% dari filtrat glomerulus. Oleh karena itu, 99% filtrat glomerulus akan direabsorbsi secara aktif pada tubulus kontortus proksimal dan terjadi penambahan zat-zat sisa serta urea pada tubulus kontortus distal. Substansi yang masih berguna seperti glukosa dan asam amino dikembalikan ke darah. Sisa sampah kelebihan garam, dan bahan lain pada filtrate dikeluarkan dalam urin. Tiap hari tabung ginjal mereabsorbsi lebih dari 178 liter air, 1200 g garam, dan 150 g glukosa. Sebagian besar dari zat-zat ini direabsorbsi beberapa kali. (Sherwood.2001)

Setelah terjadi reabsorbsi maka tubulus akan menghasilkan urin sekunder yang komposisinya sangat berbeda dengan urin primer. Pada urin sekunder, zat-zat yang masih diperlukan tidak akan ditemukan lagi. Sebaliknya, konsentrasi zat-zat sisa metabolisme yang bersifat racun bertambah, misalnya ureum dari 0,03′, dalam urin primer dapat mencapai 2% dalam urin sekunder. Meresapnya zat pada tubulus ini melalui dua cara. Gula dan asam mino meresap melalui peristiwa difusi, sedangkan air melalui peristiwa osn osis. Reabsorbsi air terjadi pada tubulus proksimal dan tubulus distal (Sherwood.2001).

4. Augmentasi

Augmentasi adalah proses penambahan zat sisa dan urea yang mulai terjadi di tubulus kontortus distal. Komposisi urin yang dikeluarkan lewat ureter adalah 96% air, 1,5% garam, 2,5% urea, dan sisa substansi lain, misalnya pigmen empedu yang berfungsi memberi warm dan bau pada urin. Zat sisa metabolisme adalah hasil pembongkaran zat makanan yang bermolekul kompleks. Zat sisa ini sudah tidak berguna lagi bagi tubuh. Sisa metabolisme antara lain, CO2, H20, NHS, zat warna empedu, dan asam urat (Cuningham, 2002).

Karbon dioksida dan air merupakan sisa oksidasi atau sisa pembakaran zat makanan yang berasal dari karbohidrat, lemak dan protein. Kedua senyawa tersebut tidak berbahaya bila kadarnya tidak berlebihan. Walaupun CO2 berupa zat sisa namun sebagian masih dapat dipakai sebagai dapar (penjaga kestabilan PH) dalam darah. Demikian juga H2O dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, misalnya sebagai pelarut (Sherwood.2001).

Amonia (NH3), hasil pembongkaran/pemecahan protein, merupakan zat yang beracun bagi sel. Oleh karena itu, zat ini harus dikeluarkan dari tubuh. Namun demikian, jika untuk sementara disimpan dalam tubuh zat tersebut akan dirombak menjadi zat yang kurang beracun, yaitu dalam bentuk urea. Zat warna empedu adalah sisa hasil perombakan sel darah merah yang dilaksanakan oleh hati dan disimpan pada kantong empedu. Zat inilah yang akan dioksidasi jadi urobilinogen yang berguna memberi warna pada tinja dan urin. Asam urat merupakan sisa metabolisme yang mengandung nitrogen (sama dengan amonia) dan mempunyai daya racun lebih rendah dibandingkan amonia, karena daya larutnya di dalam air rendah (Sherwood.2001).

 

Secara sederhana:

Sel darah, air, garam, nutrisi, dan urea yang terdapat pada arteri akan masuk ke ginjal pada glomerulus dan terjadi penyaringan: sel darah akan tetap berada  pada kepiler darah, sedangkan urea, air, garam, dan nutrisi masuk ke dalam kapsula bowman. hasil penyaringan ini akan disebut urin primer. Kapsula bowman akan mengalirkan hasil penyaringan ke Tubulus proksimal untuk menyerap kembali bahan-bahan yang masih dibutuhkan tubuh. Pada tubulus proksimal air, garam dan nutrisi akan diserap kembali ke dalam tubuh dan diangkut melalui vena. Setelah melewati tubulus proksimal, proses berlanjut ke tubulus distal untuk penambahan zat-zat sisa yang tidak dibutuhkan tubuh seperti sisa hasil metabolisme. Setelah itu akan disalurkan ke Duktus pengumpul kemudian ke ureter dan dibuang keluar dari tubuh.