IZIN DAN PENYELENGGARAAN PRAKTIK PERAWAT


Menteri Kesehatan RI membuat peraturan mengenai Izin dan Penyelenggaraan Praktik Perawat yang diatur dalam nomor HK.02.02/MENKES/148/I/2010. Isi peraturan tersebut dapat di download di bawah ini.

 

permenkes no. 148

 

 

 

 

FUNGSI SOSIALISASI KELUARGA


I.          Definisi

Sosialisasi dimulai pada saat kelahiran dan usai ketika meninggal. Sosialisasi mencakup semua proses dalam sebuah komunitas tertentu atau kelompok dimana manusia meningkatkan pengalaman hidup mereka, memperoleh karakteristik motif sosial (Honingman, 1967).

Sosialiasi diarahkan pada pengajaran anak-anak menganai bagaimana caranya berperilaku dan mengasumsikan peran di masyarakat. Anak diajari bahasa, peran atau diharapkan untuk mengasumsikan pada berbagai langkah hidup, norma sosial dan kultural dan harapan dari apa benar dan keliru, dan struktur teori yang relevan.

II.       Aspek Sosialisasi Keluarga

Budaya Internal atau nilai-nilai dan kepribadian  meliputi konsep kesehatan, sikap, dan kepribadian. Ketiga aspek tersebut umumnya ditangani oleh Ibu.

III.    Masalah yang Mungkin Ditemukan

Dari sebagian besar penelitian dan literature mengenai pola perkembangan anak dari orang tua lengkap, single-parent, dan keluarga orang tua tiri didapatkan hasil : single-parent dan orang tua tiri merupakan dua keluarga dengan pola sosialisasi yang unik, dan tentunya akan berdampak pada anak. Allen (1997) mengemukakan bahwa orang tua lesbian dan Gay memiliki konsep bahwa “keluarga terdiri dari berbagai macam seperti anak kandung, anak adopsi, dan anak yang dipilih dari keluarga terdekat.

1.      Keluarga Single-Parent

Single-parent umumnya terbentuk karena perceraian atau meninggalnya salah satu dari orang tua tersebut. Membesarkan anak bagi single-parents merupakan hal yang sulit, khususnya jika tidak ada orang dewasa lain yang mengarahkan orang tua. Single-parents membutuhkan Perjuangan untuk melengkapi kebutuhan finansial dan dukungan emosional untuk anak-anak mereka. Kemiskinan dan tidak adanya lapangan pekerjaan tetap yang biasanya dihadapi ibu semakin memberatkan untuk membesarkan anak.

Masalah yang dihadapi anak dengan orang tua tunggal biasanya mengalami ketidaksuksesan dalam sekolah, rendahnya penghargaan, dan penurunan harga diri bila dibandingkan dengan anak yang dibesarkan dengan orang tua lengkap.

2.      Keluarga Step-parent

Dalam keluarga dengan orang tua tiri, aturan yang ditetapkan ayah tiri membingungkan dan menghasilkan ketidakseimbangan keluarga yang berdampak pada kesulitan dalam membesarkan anak. Setiap orang tua membentuk latar belakang keluarga ketika menjelaskan kepada anak menganai kepercayaan, perilaku, dan disiplin. Ketika orang dewasa memasuki keluraga baru, ayah tiri akan menjadi suami namun tidak sepenuhnya menjadi orang tua dan menyetujui tentang aturan yang diberlakukan. Lebih lanjut, anak yang tumbuh dengan kepribadian mereka dan memiliki harapan mengenai apa yang diterima atau tidak diterima bagi mereka sendiri dan pajanan orang tua kandung mereka.

3.      Keluarga Gay/ Lesbian (LGBT)

Orang dewasa lesbian, gay, biseksual, dan transgender merupakan anggota dari banyak keluarga, sering mengasuh anak dengan berbagai situasi. Semisal, Saving Williams dan Esterberg (2000) mengklasifikasikan keluarga gay lesbian:

a.       Keluarga dengan orang tua heteroseksual namun anaknya lesbian, gay, atau biseksual.

b.      Anak dari orang tua lesbian atau gay.

c.       Orang dewasa lesbian dan gay yang mengasuh anak bersama.

Anak dengan orangtua lesbian dan gay membangun psikologi, intelektual, kepribadian, dan emosi dalam arahan yang positif dan orientasi seksual dari orang tua tidak berakibat atau bukan merupakan prediksi dari pembangunan karakter anak.

IV.    Manfaat Data bagi Perawat

1.      Data yang dikaji sehubungan dengan fungsi sosialisasi keluarga

a.       Jenis pemeliharaan yang dilakukan keluarga kepada anak (kontrol kepribadian, disiplin, penghargaan, dan hukuman; ketergantungan dan otonomi; pemberian dan penerimaan cinta; latihan pengembangan kepribadian)

b.      Bentuk adaptasi keluarga ketika membesarkan anak dalam berbagai situasi

c.       Siapa yang bertanggung jawab terhadap perawatan anak mengenai peran dan fungsi sosialisasi, dan manajemen yang diambil.

d.      Bagaimana mempengaruhi atau mengajak dalam keluarga

e.       Budaya yang berpengaruh dalam keluarga dalam hubungannya dengan pola pengasuhan anak.

f.       Apakah kelas sosial dan pengaruhnya pada  perkembangan anak

g.      Apakah keluarga memiliki risiko tinggi dalam masalah membesarkan anak dan faktor resiko dalam keluarga

h.      Apakah lingkungan rumah nyaman bagi anak untuk bermain.

2.      Manfaat data bagi perawat keluarga

a.       Mengidentifikasi masalah potensial atau aktual

Mengobservasi kekuatan keluarga dan masalah yang dihadapi sehubungan fungsi sosialisasi keluarga biasanya terjadi pada perawat keluarga yang bekerja di sekolah, bagian anak, kesehatan komunitas, keperawatan keluarga, dan kesehatan mental. Kekuatan keluarga mungkin tertutup oleh diagnosa keluarga potensial.

b.      Merencanakan intervensi yang sesuai dengan masalah keperawatan

Intervensi terkait pola fungsi sosialisasi keluarga yng sesuai untuk promosi kesaehatan, dan upaya pencegahan, tipe diagnosa pengembalian kesehatan. Contoh seperti intervensi sesuai yang melingkupi pengajaran, dan pengarahan serta pemberian intervensi lebih awal dan untuk program orang tua.

DAFTAR PUSTAKA

Friedman, Marilyn, Vicky R. Bowden, Elaine G. Jones. 2003. Family Nursing: Research, Theory, & Practice, fifth edition. New Jersey: Pearson Education

lihat juga http://sosbud.kompasiana.com/2010/11/24/fungsi-sosialisasi-keluarga/

Anatomi Penglihatan


Struktur dan fungsi mata sangat rumit dan mengagumkan. Secara konstan mata menyesuaikan jumlah cahaya yang masuk, memusatkan perhatian pada objek yang dekat dan jauh serta menghasilkan gambaran yang kontinu yang dengan segera dihantarkan ke otak.

No. Nama Fungsi
1. 

 

Sklera (bagian putih mata) 

 

merupakan lapisan luar mata yang berwarna putih dan relatif kuat, terdiri dari lapisan fibrosa yang membubgkus 5/6 bagian belakang bola mata.
2. Konjungtiva selaput tipis yang melapisi bagian dalam kelopak mata dan bagian luar sklera.
3. 

 

Kornea 

 

struktur transparan yang menyerupai kubah, merupakan pembungkus dari iris, pupil dan bilik anterior serta membantu memfokuskan cahaya.
4. 

 

Pupil 

 

Daerah hitam di tengah-tengah iris. ukuran pupil bervariasi dalam merespon intensitas cahaya dan memfokuskan objek ( akomodasi ) untuk memperjelas penglihatan, pupil mengecil jika cahaya terang atau untuk penglihatan dekat
5. 

 

Iris 

 

Jaringan berwarna yang berbentuk cincin, menggantung di belakang kornea dan di depan lensa; berfungsi mengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata dengan cara merubah ukuran pupil.
6. Lensa struktur cembung ganda yang tergantung diantara humor aqueus dan vitreus; berfungsi membantu memfokuskan cahaya ke retina
7. 

 

Retina 

 

lapisan jaringan peka cahaya yang terletak di bagian belakang bola mata; berfungsi mengirimkan pesan visuil melalui saraf optikus ke otak.
8. Saraf optikus kumpulan jutaan serat saraf yang membawa pesan visuil dari retina ke otak.
9. 

 

Humor aqueus 

 

cairan jernih dan encer yang mengalir diantara lensa dan kornea (mengisi segmen anterior mata), serta merupakan sumber makanan bagi lensa dan kornea; dihasilkan oleh prosesus siliaris.
10 Humor vitreus gel transparan yang terdapat di belakang lensa dan di depan retina (mengisi segmen posterior mata).

Tingkat Kesadaran


Tingkat kesadaran adalah ukuran dari kesadaran dan respon seseorang terhadap rangsangan dari lingkungan, tingkat kesadaran dibedakan menjadi :

  • Compos Mentis (conscious), yaitu kesadaran normal, sadar sepenuhnya, dapat menjawab semua pertanyaan tentang keadaan sekelilingnya..
  • Apatis, yaitu keadaan kesadaran yang segan untuk berhubungan dengan sekitarnya, sikapnya acuh tak acuh.
  • Delirium, yaitu gelisah, disorientasi (orang, tempat, waktu), memberontak, berteriak-teriak, berhalusinasi, kadang berhayal.
  • Somnolen (Obtundasi, Letargi), yaitu kesadaran menurun, respon psikomotor yang lambat, mudah tertidur, namun kesadaran dapat pulih bila dirangsang (mudah dibangunkan) tetapi jatuh tertidur lagi, mampu memberi jawaban verbal.
  • Stupor (soporo koma), yaitu keadaan seperti tertidur lelap, tetapi ada respon terhadap nyeri.
  • Coma (comatose), yaitu tidak bisa dibangunkan, tidak ada respon terhadap rangsangan apapun (tidak ada respon kornea maupun reflek muntah, mungkin juga tidak ada respon pupil terhadap cahaya).

Mekanisme Sensori-Persepsi


Persepsi adalah interpretasi yang tinggi terhadap lingkungan Manusia dan mengolah proses informasi tersebut( Wilson D, 2000 ).

Mekanisme persepsi merupakan suatu peristiwa physical dan proses eksternal yang membangkitkan persepsi yang mempengruhi mata, saraf di bagaian visual cortex, yang memberikan efek ke lingkungan yang dapat mempengaruhi dan di pengaruhi oleh susunan saraf pusat (Graham R, 1999)

Manusia secara umum menerima informasi dari Lingkungan lewat proses yang sama, oleh karena itu dalam memahami Persepsi harus ada proses di mana ada informasi yang di peroleh lewat memory organisme yang hidup. Fakta ini memudahkan peningkatan Persepsi individu, adanya stimulus yang mempengaruhi individu yang mecetuskan suatu pengalaman dari Organisme, sehingga timbul berpikir yang dalam proses perseptual merupakan proses yang paling tinggi, seperti pada gambar 1: (Hill G, 2000).

Dalam keterkaitan proses persepsi ada 3 komponen yang sangat terkait diantaranya : (Hill G, 2000)

1.      Learning dari pengalaman organism terhadap stimulus

2.      Memory dari organism

3.      Through dari komponen satu dan dua (learning and memory).

 

Secara sederhana prosesnya sebagai berikut:
Tubuh menerima rangsangan –> rangsangan diteruskan ke otak –> otak memproses rangsangan dan data yang diperoleh –> otak mengirimkan hasil persepsi

Otak Manusia dan Fungsinya


Otak adalah pusat sistem saraf pada vertebrata dan banyak invertebrata lainnya. Otak mengatur dan mengkordinir sebagian besar, gerakan, perilaku dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh. Otak juga bertanggung jawab atas fungsi seperti pengenalan, emosi, ingatan, pembelajaran motorik, dan segala bentuk pembelajaran lainnya.

Otak terbentuk dari dua jenis sel : glia dan neuron. Glia berfungsi untuk menunjang dan melindungi neuron, sedangkan neuron membawa informasi dalam bentuk pulsa listrik yang di kenal sebagai potensial aksi. Mereka berkomunikasi dengan neuron yang lain dan keseluruh tubuh dengan mengirimkan berbagai macam bahan kimia yang disebut neurotransmitter . Neurotransmitter ini dikirimkan pada celah yang di kenal sebagi sinapsis.

Otak manusia adalah struktur pusat pengaturan yang memiliki volume sekitar 1.350cc dan terdiri atas 100 juta sel saraf atau neuron. Otak manusia bertanggung jawab terhadap pengaturan seluruh badan dan pemikiran manusia. Oleh karena itu terdapat kaitan erat antara otak dan pemikiran. Otak dan sel saraf didalamnya dipercayai dapat mempengaruhi kognisi manusia. Pengetahuan mengenai otak mempengaruhi perkembangan psikologi kognitif.

No. Struktur Otak Fungsi
1 Serebrum –          Interpretasi impuls dari organ       sensorik 

–          Inisiasi gerakan otot volumer

–          Menyimpan informasi (memori) dan membuka kembali ingatan

–          Intelegensia

2. Lobus Frontal 

 

–          Kontrol gerak volunter dari otot 

–          Motivasi, aggresi, mood

–          Planning, social judgment, intelegensia.

3. Lobus Parietal –          Pusat pengolahan dan evaluasi informasi sensoris: rasa, raba, tekan, suhu nyeri kecuali : penciuman, pendengaran,         penglihatan.
4. Lobus Occipital –          Penglihatan.
5. Lobos Temporal –          Pendengaran dan penciuman 

–          Memori

6. Pons –          Relay impuls dari dan ke medula oblongata dan serebrum
7. Medulla oblongata (batang otak) 

Letak : berada di dalam tulang tengkorak atau rongga kepala bagian dasar, muncul dari tulang punggung.

–          Mengendalikan fungsi-fungsi penyangga kehidupan dasar misalnya pernapasan dan laju denyut jantung. 

–          Mengontrol tingkat kesiagaan. Menyiagakan terhadap informasi sensorik yang masuk.

–          Mengendalikan suhu.

–          Mengendalikan proses pencernaan.

–          Menyampaikan informasi dari serebelum.

8. Cerebellum (otak kecil atau otak belakang) 

Letak : terletak di bawah lobus oksipital serebrum.

–          Mengendalikan gerakan tubuh dalam ruang 

–          Menyimpan ingatan untuk respon-respon dasar yang dipelajari.

–          Mengatur sikap atau posisi tubuh, keseimbangan, dan koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar. Jika terjadi cedera pada otak kecil, dapat mengakibatkan gangguan pada sikap dan koordinasi gerak otot. Gerakan menjadi tidak terkoordinasi, misalnya orang tersebut tidak mampu memasukkan makanan ke dalam mulutnya.

9. Hipothalamus –          Mengontrol suhu tubuh 

–          Mengontrol rasa haus dan pengeluaran urin

–          Mengontrol asupan makanan

–          Mengontrol sekresi hormon-hormon hipofisis anterior

–          Menghasilkan hormon-hormon hipofisis posterior

–          Mengontrol kontraksi uterus  pengeluaran susu

–          Pusat koordinasi sistem saraf otonom utama, kemudian mempengaruhi semua otot polos, otot jantung, kel eksokrin

–          Berperan dalam pola perilaku dan emosi

10. Amygdale –          Pusat ingatan emosi.
11. Hippocampus 

Letak : pada bagian medial yang memanjang di lobus temporalis serebrum dan merupakan bagian dari sistem limbik.

–          Berperan penting dalam ingatan jangka pendek yang melibatkan integrasi berbagai rangsangan terkait dan juga penting untuk konsolidasi menjadi ingatan jangka panjang. 

–          Hippocampus dan daerah sekitarnya berperan penting dalam ingatan deklaratif (ingatan mengenai fakta-fakta yang sering terbentuk setelah hanya sekali pengalaman).

12. Gyrus Cingulata, Thalamus, Hippocampus, Nudeus Basal, Prefrontal Cortex, dan Amygdala. –          Tiga di antaranya berada di wilayah kulit otak (Thalamus, Cingulate Gyrus, Fornix) yang berperan dalam aktivitas rasional. Sedangkan selebihnya, berada di bagian bawah kulit otak, atau bagian yang berkait dengan emosi.
13. Thalamus 

Letak : Ini adalah bagian yang terdapat di otak depan.

–          Mengatur proses masuknya informasi dari luar otak menuju ke kulit otak. 

–          Mengatur proses terjadinya gerakan organ-organ tubuh lewat koordinasi kulit otak dan otak kecil. Di bagian ini terjadi persimpangan saraf-saraf sensorik yang masuk ke otak.

Prastiwi Suhartin Pongrekun


Ini merupakan salah satu kutipan favoritku, ini diambil dari film Akeelah and The Bee:

Our deepest fear is not that we are inadequate

Our deepest fear is that we are powerful beyond  measure

We ask our selves:

“Who am I to be brilliant, gorgeous, talented and fabulous?”

Actually,

Who are you not to be?

We were playing small doesn’t serve the world

We were born to make manifest the glory of God that is within us

And as we let our own light shine,

we unconsciously give other people permission to do the same..

Previous Older Entries